Home

Sabtu, 19 November 2022

TONGGAK SEJARAH AWAL PERJUANGAN MENGUSIR PENJAJAH

 


TONGGAK SEJARAH AWAL PERJUANGAN MENGUSIR PENJAJAH

Islam Sebagai factor Utama Pembangkit Kesadaran Nasional Indonesia

sejarah Indonesia mencatat bahwa pelopor gerakan kebangkitan adalah Boedi Oetomo yang didirikan pada 20 Mei 1908. Padahal, dalam realitas sejarahnya, justru keputusan Kongres Boedi Oetomo di Surakarta, menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia, 1928 M.

Walaupun kongres ini dilaksanakan pada 1928, saat Boedi Oetomo sudah berusia 20 tahun (1908 -1928 M), sikapnya sangat kontradiksi dan sangat eksklusif dengan realitas gerakan nasional saat itu yang sedang membangun kesadaran nasional dan membangun kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Boedi Oetomo menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia dan lebih mengutamakan sistem keanggotaannya yang terbatas bangsawan suku Djawa, serta gerakannya sebagai gerakan Djawanisme.

Dalam masalah penyebab terjadinya kebangkitan nasional, George McTurner Kahin, 1970, dalam Nationalism and Revolution In Indonesia, sangat berbeda dengan para penulis sejarah dari Barat. Kahin lebih menekankan faktor utama penyebabnya adalah Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia. Ditandaskan bahwa terbentuknya integritas nasional dan tumbuhnya kesadaran nasional di Indonesia, dipengaruhi oleh faktor utama berikut ini.

             Pertama, terbentuknya kesatuan agama bangsa Indonesia. Agama Islam dianut oleh 90 persen penduduk dan tidak hanya dianut oleh penduduk Jawa, tetapi juga dianut oleh penduduk luar Jawa. Kesamaan keyakinan Islam ini, menjadi dasar terbentuknya solidaritas perlawanan terhadap Kerajaan Protestan Belanda dan pemerintah colonial Belanda sebagai penjajah yang melancarkan politik Kristenisasi.

             Kedua, Islam tidak hanya sebagai agama yang mengajarkan perlunya membangun jamaah. Islam juga sebagai symbol perlawanan terhadap penjajah asing Barat.

             Ketiga, factor lain yang mendorong terbentuknya integritas nasional adalah adanya perkembangan Bahasa Melayu Pasar berubah menjadi Bahasa Persatuan Indonesia.

Ketiga factor tersebut, akibat deislamisasi sistem penulisannya, Islam tidak diakui sebagai pembangkit gerakan nasional. Justru Boedi Oetomo yang menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia sampai dengan kongresnya di Surakarta, 6-9 April 1928, oleh Kabinet Hatta diputuskan sebagai pelopor Kebangkitan Nasional.

Kongres BO Menolak Pelaksanaan Cita-cita Persatuan Indonesia

Keputusan Kabinet Hatta tentang Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), jelas terpengaruh oleh tulisan H. Colijn, 1928, dalam Koloniale Vraagstukken van Hedenen Morgen (Pertanyaan Kolonial Hari Ini dan Esok).” Dalam tulisan ini, Boedi Oetomo sebagai organisasi dari siswa STOVIA, didirikan Mei 1908 di Jakarta. Pada tahun 1909 organisasi ini mendapat pengakuan sebagai Badan Hukum dan telah memiliki 10.000 anggota dan tersebar dalam 40 afdeelingen.”"

Boedi Oetomo terlahir dari siswa School Tot Opleiding Van Indische Artsen (STOVIA). STOVIA baru didirikan pada 1902, sebagai perubahan dari Sekolah Dokter Djawa dan lama studinya tiga tahun. Siswanya berasal dari Sekolah Dasar Bumiputera-Inlandsche school yang lama sekolahnya lima tahun. Demikian penjelasan Soemarsono Mestoko, 1986, dalam Pendidikan di Indonesia dari Jaman ke Jaman. Selanjutnya, dijelaskan pula bahwa Hollandsch Inlandschool (HIS) baru didirikan pada 1914 dan lama studinya tujuh tahun.

Timbullah pertanyaan, berapa usia pendiri Boedi Oetomo ketika belum lulus, bila organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1908? Saat mendirikan Boedi Oetomo, Soetomo masih aktif sebagai siswa STOVIA, Saat itu, HIS belum ada karena baru didirikan pada 1914 M. Dengan demikian, Soetomo tentu berasal dari Sekolah Boemipoetera (Inlandsche school), Sekolah Rakyat, atau Sekolah Dasar yang lama studinya lima tahun.

Ketika Soetomo masih sebagai siswa STOVIA, 20 Mei 1908, walaupun berasal dari Sekolah Dasar, sudah berusia 20 tahun." Adapun ideologi yang ingin ditegakkannya adalah Nasionalisme Jawa sebagai lawan dari nasionalisme yang diajarkan oleh Djamiat Choir, yakni Islam, 17 Juli 1905. Pengaruh Nasionalisme Timur Tengah sangat kuat terhadap Djamiat Choir.

Guna mengimbanginya, para Boepati pendukung Boedi Oetomo, merasa perlu untuk menggantikan kepemimpinan Soetomo dalam Boedi Oetomo. Dengan demikian, pada Kongres Pertama Boedi Oetomo di Jogjakarta pada 3 Oktober 1908 M, pimpinan organisasi beralih ke tangan Boepati Karang Anyar, Raden Adipati Tirtokoesoemo sebagai Presiden Boedi Oetomo, 1908 - 1911 M.40

Pada saat itu, boepati merupakan tangan kanan pelaksana Indirect Rule System Sistem Pemerintahan Tidak Langsung) dari pemerintahan kolonial Belanda, Oleh karena itu, boepati bersikap sangat loyal kepada pemerintah kolonial Belanda. Lalu, bagaimana sikap Boedi Oetomo yang dipimpin oleh para bupati terhadap gerakan kebangkitan kesadaran nasional? Jika maknanasionalisme sebagai gerakan perlawanan terhadap imperialisme, berarti gerakan nasionalisme melawan pemerintah colonial Belanda. Sementara itu, boepati adalah pelaksana dari sistem pemerintahan tidak langsung imperialis Keradjaan Protestan Belanda. Mungkinkah para boepati sebagai pimpinan Boedi Oetomo dapat berpihak kepada gerakan kebangkitan nasional yang berjuang mengakhiri penjajahan?

Dalam Kongres Kedua Boedi Oetomo di Jogjakarta, 11-12 Oktober 1909,Dr. Tiipto Mangoenkoesoemo mengusulkan agar Boedi Oetomo membuka sistem penerimaan keanggotaan yang tidak terbatas dari bangsawan Jawa semata, tetapi terbuka bagi Indiers (“Anak Hindia"), yang lahir, hidup dan mati di tanah Hindia. Usul Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo tersebut ditolak" oleh Dr. Radjiman Wediodipoero atau Dr. Radjiman Wediodiningrat.

Ternyata pada Algemene Vergadering Boedi Oetomo di Bandung (1915 M), sikap Djawanisme semakin menguat. Keputusannya antara lain: mengekalkan dan mengoeatkan Agama Djawa." Sejalan dengan tujuan Boedi Oetomo sebagai pengimbang Djamiat Choir, diputuskanlah Boedi Oetomo mendasarkan laku utamanya menurut ajaran Agama Djawa. Suatu ajaran yang sangat bertentangan dengan pengertian amal saleh dari ajaran Islam. Pengertian saleh adalah cocok atau sesuai dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Walaupun Boedi Oetomo sudah berusia sembilan tahun, tetap tidak berpihak kepada ajaran Islam sebagai agama yang dianut oleh mayoritas rakyat saat itu. Lalu bagaimana gerakan Tri Koro Dharmo-Jong Java sebagai onderbouw dari Boedi Oetomo. Tentu orientasinya sejalan dengan induknya, Boedi Oetomo, yakni menentang Islam. Tri Koro Dharmo tidak dapat menerima saran Abdoel Moeis dalam vergadering di Bandung.

Hal ini terbukti dari sikap Tri Koro Dharmo yang menolak agenda diskusi yang membicarakan agama Islam, Mereka lebih mengutamakan membicarakan masalah teosofi, ajaran Kejawen, dan agama non-slam lainnya. Seperti halnya dengan Boedi Oetomo, Tri Koro Dharmo pun berbicara masalah bahasa dari kesenian Jawa sebagai budaya bangsawan Jawa, Hal tersebut tidak sejalan dengan tuntutan nasional mayoritas masyarakat Jawa saat itu, Akibatnya, Sjamsoeridjal keluar dari Tri Koro Dharmo dan atas nasihat Agoes Salim kemudian membangun Jong Islamieten Bond (JIB), 5 Jumadil Akhir 1343, Kamis Pon, 1 Januari 1925 M, Diikuti pula dengan bagian wanita, Jong Islamieten Bond Dames Afdeeling (JIBDA). Dari fakta sejarah ini, terbukti di kalangan bangsawan Jawa terdapat kelompok: bangsawan Djawa Kedjawen dan bangsawan Jawa Islam.

Dapat dipahami pula mengapa Boedi Oetomo melalui medianya Djawa Hisworo, mengangkat artikel yang menghina Rasulullah Saw. Tidakkah sasaran artikel tersebut, sebagai reaksi Boedi Oetomo terhadap keputusan National Congres Centraal Syarikat Islam (Natico) di Bandung (1916 M) di Gedung Concordia atau sekarang Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika Bandung? National Congres Centraal Sjarikat Islam saat itu menuntut Se/f Government-Home Rule-Zelfbestuur (Pemerintah Sendiri atau Indonesia Merdeka.

Tuntutan kongres tersebut adalah Indonesia Merdeka yang pasti mengancam eksistensi Boepati atau Regent yang tergabung dalam Boedi Oetomo, Tidakkah para Boepati sebagai kepanjangan tangan pemerintahan kolonial Belanda serta imperialis Keradjaan Protestan Belanda? Oleh karena itu, melalui Djawa Hisworo, Boedi Oetama memberikan reaksinya langsung menghina Rasulullah Saw.

Hal ini dijawab oleh Sjarikat Islam dengan membangun Tentara Rasoeloellah Saw yang menuntut agar penulis di Djawa Hisworo meminta maaf ke Indonesia dan menarik pernyataan tentang penghinaannya terhadap Rasulullaah SAW.

Mr. A.K. Pringgodigdo, 1960, dalam Sedjarah Pergerakan Rak Jat Indonesia, menuliskan bahwa  di Boedi Oetomo di Surakarta (6-9 April 1928), memutuskan  Boedi Oetomo menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia, Walaupun sebenarnya Boedi Oetomo sudah berusia 20 tahun (1908-1928), keputusannya menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia

Artinya, Boedi Oetomo bersikeras menjadikan organisasi tertutup bagi segenap suku bangsa Indonesia lainnya walaupun hanya sebagai anggota. Hal ini karena Boedi Oetomo hanya untuk bangsawan Jawa, tetapi terbuka untuk orang-orang yang dipersamakan haknya dengan orang Eropa. Yang dipersamakan haknya dengan orang Eropa. Dengan alasan Cina sebagai warga negara kelas dua dan Belanda sebagai warga negara kelas satu, mereka dapat diterima sebagai anggotanya. Sebaliknya, suku bangsa Indonesia lainnya, non-Jawa, dan suku Jawa nonbangsawan, tidak dapat diterima sebagai anggotanya.

Dari realitas fakta sejarah, Boedi Oetomo jelas-jelas menolak pelaksanaan cita-cita persatuan Indonesia, tetapi mengapa diputuskan hari lahirnya 20 Mei 1908, sebagai Hari Kebangkitan Nasional Indonesiat Tidakkah lebih tepat bila dinilai sebagai Hari Kebangkitan Kembali Kaum Feodal Jawa.

Penulis pernah mengangkat artikel, “Benarkah 20 Mei Sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Hari Kebangkitan Sarekat Dagang Islam 16 Oktober 1905, Lebih Meyakinkan” Artikel tersebut dimuat di Harian ABADI, Senen, 2 Rabiul Awwal 1389 H atau 19 Mei 1969, Kemudian disusul oleh Mohamad Roem, “Kongres Nasional Pertama Centraal Sarekat Islam”. Harian ABADI, Senin, 22 Djuni 1970, 17 Ra biul Achir 1390 H.

 Boedi Oetomo Pengimbang Djamiatul Choir

Berdirinya Boedi Oetomo sebagai kebijakan balance of power dari pemerintah kolonial Belanda, Organisasi ini didirikan untuk mengimbangi gerakan kebangkitan pendidikan Islam yang dipelopori oleh Djamiat Choir, 13 Jumadil Awwal 1323, Senin Kliwon, 17 Juli 1905, di Jakarta, oleh kelompok sayid atau bangsawan Arab yang terdiri atas:

1.     Sajid Al Fachir bin Abdoerrahman al Masjhoer,

2.     Sajid Mohammad bin Abdoellah bin Shihab,

3.     Sajid Idroes bin Achmad bin Shihab,

4.     Sajid Sjehan bin Shihab.

Para sayid tersebut, mendirikan sekolah di Tanah Abang dan Krukut Batavia. Waktunya bersamaan dengan akan dilaksanakan Politik Etis di bidang pendidikan. Dengan adanya sekolah ini, Djamiat Choir memerlukan guru. Untuk itu, dimintakan guru-guru dari Al-Azhar Kairo, Mesir. Aktivitas Pendidikan dengan mendatangkan guru-guru dari timur tengah yang sedang bangkit gerakan nasionalnya merupakan ancaman bagi kelestarian penjajah di Indonesia.

Apalagi enam tahun kemudian, Djamiat Choir berhasil mendatangkan Syeikh Ahmad Syurkati seorang reformis yang berasal dari Sudan. Sudan adalah tempat lahir Imam Mahdi yang berhasil mengganjal usaha imperialis Keradjaan Protestan Anglikan Inggris dalam menanamkan kekuasaannya di Sudan. Hanya karena bantuan Mesir, Sudan menjadi negara terjajah oleh Inggris. Walaupun Syekh Syurkati sendiri sebagai tokoh pembaruan Islam, ia tidak ikut serta mengembangkan keyakinan atau ajaran tentang Imam Mahdi.

Semula, keinginan Djamiat Choir mendatangkan guru dari Al-Azhar Mesir, tidak segera dapat dipenuhi. Saat itu, Syekh Syurkati masih studi di Makkah. Baru pada 1911 M, Syekh Syurkati menjadi guru Djamiat Choir. Sebagai guru, Syekh Syurkati pun menularkan semangat gerakan nasional yang sedang terjadi di Timur Tengah, kepada murid-muridnya di Batavia.

Untuk mengantisipasi dan mengimbangi Djamiat Choir, atas inisiatif Bupati Serang Banten, P.A.A Achmad Djajadiningrat, dibangun sebuah organisasi imbangan yang berada di Batavia. Organisasi dipimpin dari kalangan bangsawan Jawa.

Adapun nama organisasi tandingannya, menurut P.A.A. Achmad Djajadiningrat, harus sama pula seperti Djamiat Choir. Untuk itu, dipilihlah nama Boedi Oetomo." Nama ini sebagai pengalihbahasaan dari bahasa Arab ke bahasa Jawa. Tidakkah Djamiat Choir berarti "jamaah yang baik'? Kemudian jika diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa menjadi Boedi Oetomo. Jika Djamiat Choir lebih mengutamakan amal saleh menurut ajaran Islam, Boedi Oetomo juga mengutamakan laku utama menurut ajaran Agama Jawa.

 Apabila Djamiat Choir mengimani manusia sebagai ciptaan Allah, Dr. Soetomo memercayai manusia sebagai penjelmaan akhir dari Tuhan. Bila Djamiat Choir menganjurkan shalat, sebaliknya Dr. Soetomo sebagai pendiri Boedi Oetomo yang memercayai dirinya sebagai penjelmaan terakhir dari Tuhan, sesuai ajaran

agama Djawa mengajarkan manusia tidak perlu mendirikan shalat.

 Syarikat Dagang Islam (SDI) sebagai Pembangkit Kesadaran Nasional

Kebijakan pemerintah colonial Belanda dengan landasan imperialisme modernnya, dalam penguasaan Nusantara melibatkan pemilik modal asing. Indonesia dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi industry penjajah Barat. Jika demikian realistis tantangan yang dihadapi oleh Ulama?

             Hadji Samanhudi 1285 – 137 (1285 - 1376 H/1868 - 1956 M), segera memberikan jawaban yang cepat dengan membangun organisasi Sjarikat Dagang Islam, 16 Sya'ban 1323, Senin Legi, 16 Oktober 1905, di Surakarta. Guna memperluas informasi dalam upaya pembentukan organisasi niaga tersebut, diterbitkanlah terlebih dahulu buletin, Taman Pewarta, yang mampu bertahan selama tiga belas tahun, 1902-1915 M. Selanjutnya, segera membangun organisasi kerjasama niaga dengan para wirausahawan Cina dengan nama Kong Sing.

Pemerintah kolonial Belanda menilai berdirinya Sjarikat Dagang Islam (SDI) ini bahaya besar bagi eksistensi dan perkembangan imperialis Belanda. Apalagi dengan adanya kerja sama niaga, antara Pribumi Islam dengan Cina, dengan nama organisasi niaganya, Kong Sing. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda merasa perlu membangun organisasi tandingan

Kebangkitan Sjarikat Dagang Islam merupakan lambang awal dari suatu keberhasilan gerakan pembaruan sistem organisasi Islam. Hal ini karena suatu pembaharuan atau reformasi memerlukan ketangguhan organisasi dan kontuinitas perolehan dana. Upaya kebangkitannya menjadikan pasar sebagai lahan operasi aktivitasnya. Di pasar, Sjarikat Dagang Islam dapat membangun perolehan dana. Guna menjaga kontinuitas gerakannya, dibangkitkanlah organisasi niaga arta, 1902-1915, yang

Hadji Samanhoedi sebagai seorang haji dan wirausahawan, tidak hanya memiliki karyawan pabrik batiknya semata, tetapi juga para pedagang di pasar. Dengan menamakan organisasinya dengan nama Islam, gerakan usahanya yang Islami dan dipimpin oleh seorang haji, menjadikan Syarikat Dagang Islam memperoleh tempaat di hati masyarakat muslim secara luas. SDI memperoleh tempat di hati masyarakat Muslim secara luas. Dibawah kondisi kebangkitan Ulama melalui aktivitas pasar, pemerintah colonial Belanda berupaya mendirikan organisasi tandingan, seperti Syarikat Dagang Islamiyah di Bogor  pada tahun 1909 dengan dipimpin oleh R.M.T Radensoerjo.

R.M.T. Adhisoerjo (1880 - 1919 M), sebagai sekretaris Sarikat prijaji, I906 M, ternyata pelaku yang terpilih dan diangkatlah sebagai pendiri Sarekat Dagang Islamijah di Bogor, 1909 M. Organisasi terakhir ini, sebagai organisasi tandingan,dengan label Islamijah. Namun, dalam upacara peresmiannya, dihadiri pula oleh Asisten Residen Bogor, CJ. Feith yang sekaligus diangkat sebagai Pelindung. Mengapa demikian?

Selain itu, perlu diperhatikan pula, Sarikat Prjiaji memiliki media cetak, Medan Prijaji (1907-1912 M). R-M.T. Adhisoerjo sebagai Hoofd Redacteur (Pimpinan Redaksi) yang berkedudukan di Buitenzorg atau Bogor. Adapun Sarikat Prijaji, diketuai oleh Raden Mas Prawirodi ningrat, Jaksa Kepala Betawi, penyandang bintang Ridder Oranje Nassau. Antara Sarikat Prijaji dengan Boedi Oetomo, menurut Pramoedya Ananta Toer dalam Sang Pemula, terdapat kesamaan tujuan. R.M.T. Adhisoerjo juga menjadi anggota dari Boedi Oetomo Afdeeling Il Bandung.

Dari pengalaman kerja ini, R.M.T. Adhisoerjo, pribadinya sangat dikenal oleh para pejabat pemerintah kolonial Belanda dan Boepati. Sebelum bekerja sebagai redaktur dan redaktur pendamping, ia terlebih dahulu bekerja sama dengan Boepati Cianjur, Raden Adipati Aria Prawiradiredja yang diangkat sebagai Boepati pada 24 Agustus 1864, pada saat Tanam Paksa (1830 - 1919 M) masih berlaku.

Atas jasa Boepati Cianjur terhadap pemerintah kolonial Belanda, ia memperoleh bintang Orde Oranje Nassau, SWO, dan Songsong Kuning (Payung Kuning). Hal ini karena berhasil membantu pelaksanaan Tanam Paksa Kopi di Cianjur. Dampak selanjutnya, Tanam Paksa dapat berlangsung hingga 1919 M. Oleh karena itu, Raden Adipati Aria Prawiradiredja, menjadi boepati terkaya di Pulau Jawa dari keuntungan Tanam Paksa Kopi. Kekayaannya didapat dari presentase keuntungan Tanam Paksa per tahun, f.40.000 ditambah gaji resminya yang besar.

Tidaklah mengherankan bila Boepati Cianjur yang kaya raya ini, bersedia menjadi donatur, Soenda Berita (1903 - 1905M)  yang dipimpin oleh R.M.T. Adhisoerjo. Walaupun demikian, media cetak ini pun tidak mampu berumur panjang. Hal ini karena R.M.T. Adhisoerjo pergi ke Pulau Bacan, Maluku dan menikah dengan Prinses Fatimah, saudara Soeltan Oesman Sjah. Sekembalinya dari P. Bacan, R.M.T. Adhisoerjo tidak melanjutkan penerbitan Soenda Berita.

R.M.T. Adhisoerjo malah kemudian memimpin penerbitan buletin Medan Prijaji (1907-1912 M) dan Poetri Hindia (1 908 - 1911 M), berkala wanita yang memperoleh hadiah penghargaan dari Iboe Soeri Emma, 1909 M. Mengapa mendapat penghargaan yang demikian besar ini? Padahal, Berkala Poetri Hindia ini, dipimpin oleh pria. Selain dipimpin oleh R.M.T. Adhisoerjo, pemimpin utama berkala ini adalah R.T.A. Tirtokoesoemo, Regent Karang Anyar dan pimpinan Boedi Oetomo setelah kongres Boedi Oetomo di Jogjakarta. 

Muhammadiyah ditandingi oleh Taman Siswa

Sekolah-sekolah Muhammadiyah dari segi jumlah dan keragamannya jauh lebih besar daripada
Taman Siswa bentukan Ki Hadjar Dewantara yang tanggal lahirnya
dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Taman Siswa pun baru berdiri 3 Juli 1922. Sementara Muhammadiyah berdiri 18 November 1912, bahkan KH Ahmad Dahlan sudah mendirikan sekolah tanpa badan hukum tahun 1911.

Tak heran, menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara dalam buku Api Sejarah, penetapan Hari Pendidikan Nasional dilakukan ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dijabat oleh Ki
Hadjar Dewantara yang menetapkan hari lahirnya sendiri sebagai Hari
Pendidikan Nasional.
Sekolah Muhammadiyah bercorak Islam dan
nasionalis, sedangkan Taman Siswa bercorak kebatinan dan Theosofi Barat.Tokoh Theosofi adalah tokoh yang mengusahakan bersatunya pribumi dengan Belanda dalam Uni-Indonesia Belanda, bukan kemerdekaan Indonesia.

Buya Hamka menulis dalam bukunya Perkembangan Kebatinan di Indonesia bahwa Taman Siswa mengamalkan apa yang mereka sebut sebagai Panca Dharma alias Lima Pengabdian, yaitu:Kemerdekaan, Kodrat Alam, Kebudayaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan.Taman Siswa tidak menyebutkan Ketuhanan sehingga tidak sesuai dengan Pancasila yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Juga, tidak sesuai dengan pasal 29 ayat 1 UUD 1945, yaitu “ Negara Berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa”. Seorang Residen Belanda, Janquire, juga dengan tegas menyatakan bahwa cita-cita Taman Siswa “anti-Tuhan” dan “anti-agama”. (Artawijaya, “Jaringan Yahudi Internasional di Nusantara”).

Sekolah-sekolah Muhammadiyah secara garis besar dibagi dua:Sekolah Agama: Muallimin, Muallimat, Diniyah ibtidaiyah, Diniyah Wustho dan sekolah Tabligh Kulliyatul Muballighin. Sekolah Umum terdiri dari: Volks School Muhammadiyah (sekolah Rakyat/Sekolah Dasar), Vevrolg School (lanjutan Sekolah Rakyat) Normal School, Cursus Voor Volks Onderwiojzer (CVO), kursus untuk calon guru Vervolg School, HIS, SChakel School, MULO, AMS, HIK. Sementara Taman Siswa hanya 1 macam.
Sekolah Muhammadiyah juga berkembang. Cabangnya ke
seluruh Indonesia dan masih eksis sampai sekarang. Sedangkan Sekolah Taman Siswa hanya di situ-situ saja dan tidak terlalu eksis hingga sekarang.

MC Ricklefs seorang guru besar dari Monash University Australia menulis bahwa kelahiran Taman Siswa adalah bertujuan untuk membendung dan meredam Pendikan Muhammadiyah yang cenderung radikal dan Non Kooperatif. Artinya, Pendidikan Muhammadiyah dengan asas Islam lebih jelas menyuarakan kemerdekaan Indoesia dan tanpa kompromi dengan Belanda. Ki Hadjar Dewantara lebih dekat dengan orang Belanda melalui gerakan Freemasonry-nya. Ada beberapa buku yang menjelaskan soal ini seperti buku Tarekat Mason Bebas dan buku Gerakan Theosofi karya Iskandar P. Nugraha. Gagasan untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah tersebut selain untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran pembaruan Kiai Dahlan, menurut Adaby Darban dalam buku Peran Serta Islam dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia, secara praktis-organisatoris untuk mewadahi dan memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah, yang didirikannya pada 1 Desember 1911.

Sekolah tersebut merupakan rintisan lanjutan dari ”sekolah” (kegiatan Kiai Dahlan dalam menjelaskan ajaran Islam) yang dikembangkan Kiai Dahlan secara informal. Dalam tulisan Djarnawi Hadikusuma (1911), disebutkan kampung Kauman Yogyakarta, merupakan ”Sekolah Muhammadiyah”, yakni sebuah sekolah agama, yang tidak diselenggarakan di surau seperti pada umumnya kegiatan umat Islam waktu itu. Kegiatan belajar-mengajar justru mengambil tempat di dalam sebuah gedung milik ayah Kiai Dahlan, dengan menggunakan meja dan papan tulis. Mengajarkan agama dengan cara baru, di samping memberikan pengetahuan ilmu-ilmu umum. Jadi sekarang, layakkah 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional? Sebenarnya Hari Pendidikan adalah pada 1 Agustus, hari lahirnya KH Ahmad Dahlan–bukan 2 Mei, tanggal lahirnya Ki Hadjar Dewantara.

 

 

Sumber : Buku Api Sejarah Jilid Kesatu karya Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara.

https://sangpencerah.id/2014/05/taman-siswa-wujud-ketakutan-ki-hadjar/

 


Sabtu, 24 September 2022

TEKS DIALOG/PERCAKAPAN

 

Secara umum, dialog itu sesudah tanda petik pertama selalu diawali dengan huruf kapital dan sebelum tanda petik kedua, dibubuhi berbagai tanda baca sesua sesuai konteks kalimat dalam dialog. Berikut saya paparkan 6 aturan tentang penulisan dialog yang perlu kita perhatikan.

1.     Koma sebelum petik terakhir

Apabila kita menggunakan dialog tag, maka dialog diakhiri dengan tanda koma dan dialog tag selalu diawali dengan huruf kecil.

 

Contoh:

- "Kopinya enak," kata Hamdi.

- "Iya," kataku.

Catatan tambahan: Dialog tag adalah frase yang mengikuti dialog, bertujuan untuk menginformasikan identitas si pengucap dialog.

Ada dialog tag yang netral seperti ujar, ucap, kata, cetus, tutur, ungkap,

tandas, tanya, sapa, panggil, pungkas, tegas, ajak, dan pinta.

Ada lagi dialog tag yang netral sebagai respons seperti sahut, jawab, balas, terang, jelas, sela, tukas, dan potong.

Dan ada pula dialog tag yang menunjukkan emosi seperti sindir, ejek, hina, cela, kelakar, canda, teriak, jerit, raung, seru, sergah, murka, bisik, gumam, dan lirih.

 

2. Titik sebelum petik terakhir

Apabila tidak ada kalimat lain setelah dialog, maka dialog diakhiri dengan tanda titik. Begitu juga apabila menggunakan kalimat aksi, maka dialog diakhir dengan tanda titik dan kalimat aksi diawali dengan huruf kapital

 

Contoh:

- "Dia tega meninggalkanku." Matanya terlihat mulai berkaca-kaca.

- "Begitulah hidup."

 

3. Tanda tanya dan tanda seru sebelum petik akhir

Contoh:

- "Apakah kau bersedia menikah denganku?" tanya Hamdi.

- "Dasar kampungan!" Fitri hanya diam.

 

4. Tanda elipsis

Contoh:

- "Aku ... minta maaf."

- "Ibu tiriku sangat kejam dan ...." Aira tak sanggup melanjutkan ceritanya.

Catatan tambahan: Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan. Cara penulisannya adalah sebelum dan sesudah tanda elipsis diberi spasi, tapi apabila di akhir kalimat, maka tambah satu titik sebagai tanda kalimat berakhir.

 

5. Dialog sambungan

Huruf pertama di awal dialog menggunakan huruf kapital dan saat melanjutkan dialog, menggunakan hutuf kecil.

Contoh:

- "Aku," matanya sayu, "sangat mencintainya."

 

6. Dialog sapaan

Kata sapaan digunakan untuk menyapa lawan bicara. Cara penulisannya adalah dengan menggunakan koma sebelum kata sapaan.

 

Contoh:

- "Ayah sudah datang, Bu?"

- "Belum, Nak."

Liburan

Namu     : Liburan semester ini, kamu akan liburan ke mana, Din?|
Dino       : Sepertinya aku akan pergi ke rumah kakek, di kampung. Kalau kamu Nam?

Namu     : 
Berarti di kampung masih banyak kerbau dan juga sawah – sawah dong. Rencananya aku dan keluarga akan berlibur ke Pulau Lombok, tau kan? Pulau yang dekat dengan  Pulau Bali.

Dino     :
 Meskipun rumah kakek di kampung tapi sudah tidak ada kerbau kok. Sawah – sawah dibajak menggunakan alat pertanian yang lebih modern. Sekarang juga sawah – sawah di kampung kakek sudah banyak yang berkurang, digantikan dengan bangunan – bangunan rumah.

Namu    : 
wah, sayang sekali ya. Padahal di kampung akan lebih terasa suasana kampungnya kalau masih banyak sawah dan juga kerbau nya. Terus selama di kampung kakek kamu punya rencana apa?

Dino    : Seperti biasanya Nam, aku akan membantu kerjaan kakek. Misalnya saja menanam padi, memanen padi, dan lainnya. Terus kamu nanti di Lombok mau ke mana saja? Aku boleh minta oleh – oleh khas dari Lombok tidak?

Namu     : 
Di Lombok nanti aku pergi ke Pulau Gili, menyelam, diving. Karena aku suka menyelam.

Dino    :
 wah, pasti seru ya. Aku boleh minta oleh – oleh khas dari Lombok tidak?
Namu    : Iya boleh, kamu mau minta oleh – oleh apa?
Dino    : Bawakan aku pasir pantai dan karang laut.
Namu    : Hahahaha, iya nanti aku bawakan sekarung pasir dan karang laut.
Dino    : Hahaha, benar ya, aku tunggu. Semoga liburan kamu menyenangkan ya Nam.
Namu    : Iya, Terima kasih ya Din.
Dino    : Sama – sama Nam.

 

Belajar Bersama

Razi      : Zi, PR Matematika kamu sudah kamu kerjakan apa belum?
Rusli    : Belum nih. Kamu sudah Li?
Razi     : Sama, aku juga belum nih. Kita kerjakan PR nya bersama – sama, mau?
Rusli    : Boleh, nanti malam saja ya. Kita kerjakan di rumah ku saja nanti.
Razi     : Iya, nanti jam 7 malam aku akan ke rumahmu.
Rusli    : Aku tunggu kamu di rumah.

Jumat, 15 Juli 2022

IKLAN (1.1.12) pertemuan 1 dan 2











PERTEMUAN 1


Pengertian Iklan/pembuatan iklan

Iklan adalah pesan yang disampaikan dalam bentuk komunikasi persuasif untuk membuat khalayak ramai tertarik pada indormasinya, atau pada suatu barang atau jasa yang ditawarkan, sehingga masyarakat terpengaruh untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk yang diiklankan.

Menyampaikan sebuah iklan biasanya melalui media massa baik media cetak, media elektronik, dan radio. Contoh media cetak yang digunakan untuk iklan seperti koran, majalah, poster, dan sebagainya. Semakin berkembang pesatnya internet, maka semakin banyak pula media yang bisa digunakan untuk iklan. 

 

Video tentang pengertian iklan bisa kalian klik video di bawah ini :



Karakteristik

Ø  Iklan Isi yang jelas. Isi iklan disarankan singkat, jujur, menarik perhatian, objektif dan tidak menyinggung salah satu pihak. Informatif, artinya bersifat memberi informasi. 

Ø  Iklan harus bersifat menerangkan tentang produk atau jasa yang ditawarkan. 

Ø  Bahasa yang digunakan mudah dimengerti.

Ø  Iklan harus menggunakan bahasa yang mudah pahami dan di mengerti sebab memang iklan sendiri tujuannya agar orang ingin dan mau mencoba serta menggunakan produk atau jasa yang diiklankan.

Ø  Iklan dikemas agar menarik perhatian dan minat para pembacanya.

Sehingga seseorang ingin mencoba apa yang ditawarkan dalam iklan tersebut.

Ø  Bersifat mengajak. Iklan yang harus memliki sifat mengajak yang bertujuan agar dapat menarik simpatik banyak orang untuk mencoba dan memakai apa yang diiklankan. 

 

Tujuan Iklan

Ø  Memberi informasi

Periklanan bisa memberitahukan pasar tentang suatu produk baru serta perubahan harga, menyusulkan kegunaan suatu produk baru menjelaskan cara kerja, dan membangun citra perusahaan.

Ø  Membujuk

Periklanan bisa membentuk preferensi merek, mengubah persepsi konsumen tentang atribut produk, membujuk konsumen untuk mencoba produk atau jasa yang diiklankan dan mangajak konsumen untuk membelinya sekarang.

Ø  Mengingatkan

Iklan melindungi agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen serta meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada.

Ø  Penambahan nilai

Iklan memberi nilai tambah yang berupa inovasi, penyempurnaan kualitas atau mengubah persepsi konsumen. Periklanan yang efektif dapat merubah persepsi dari konsumen.

Ø  Mendampingi

Fungsi periklanan adalah sebaai pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran. Sehingga perusahaan dapat lebih cepat mencapai target yang diinginkan.

 

Iklan Jenis-jenis iklan terbagi berdasarkan isinya, media, serta tujuannya. Adapun jenis-jenis iklan berdasarkan isinya ialah:

1.     Iklan pelayanan masyarakat

Iklan ini biasanya berasal dari instansi atau lembaga. Berisi tentang suatu informasi sosialisasi atau pencerahan kepada masyarakat akan suatu isu atau topik tertentu. Contohnya: Iklan larangan merokok, iklan untuk hidup sehat, iklan larangan membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.



2.    Iklan pengumuman atau pemberitahuan

Iklan ini bertujuan untuk menarik masyarakat tertentu saja.

Isinya tentang pemberitahuan sesuatu seperti event, iklan berita duka dan lain-lain.




3.    Iklan permintaan

Iklan permintaan sering dianggap sebagai iklan lowongan kerja. Hal tersebut karena iklan ini berisi tentang pihak yang mengiklankan untuk menawarkan dan mengajak masyarakat yang ingin bekerja dengan pihak pengiklan.




4.    Iklan penawaran (Niaga)
Iklan yang biasa di jumpai adalah iklan penawaran atau iklan niaga. Iklan penawaran merupakan jenis-jenis iklan yang berisi tentang tawaran akan barang atau jasa kepada masyarakat luas. Contohnya: iklan makanan, minuman, pakaian, barang elektronik dan lainnya.

 



Iklan Berdasarkan Medianya Selanjutnya, jenis iklan berdasarkan medianya adalah:

1.     Iklan media cetak

Iklan cetak adalah iklan yang dibuat dengan cara dicetak. Biasanya iklan cetak yang kerap ditemui di koran, selembaran, majalah, koran, baliho, poster, stiker dan lain sebagainya. Dalam iklan cetak terdapat ketentuan dalam membuatnya berdasarkan dimana iklan tersebut akan dipasang.



2.    Iklan elektronik Iklan ini menggunakan media elektronik dalam penyampaian dan tampilan iklannya. Iklan elektronik banyak sekali di temui, antara lain iklan televisi, radio, iklan dalam film, dan iklan dalam media sosial.


 

Iklan Berdasarkan Tujuan Kemudian terakhir ada jenis iklan berdasarkan tujuan antara lain:

1.     Iklan komersial (bisnis) Iklan komersial ini dipasang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi karena iklan utamanya adalah untuk meningkatkan penjualan. Terdapat tiga bagian dalam iklan komersial, yaitu: Iklan konsumen, adalah jenis iklan yang ditunjukan langsung kepada konsumen. Iklan bisnis, merupakan jenis iklan yang ditunjukan kepada seorang pengelola baik perorangan, instansi atau koordinasi perusahaan yang kemudian pengelola tersebut yang menjual produk atau jasa kepada konsumen. Iklan profesional, merupakan iklan jenis bisnis yang ditunjukan kepada para pembisnis profesional yang dapat mengelola dengan baik iklan yang di ajukan kepada para pembisnis.

 

2.    Iklan non-komersial Iklan non-komersial tidak menitikberatkan pada keutungan materiil atau ekonomi. Iklan non-komersial justru bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sosial, yaitu agar masyarakat mendapatkan tambahan wawasan, kesadaran diri, dan merubah perilaku serta sikap masyarakat terhadap masalah yang ditampilkan pada iklan tersebut.

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/humaniora/440483/apa-itu-iklan-berikut-definisi-karakteristik-tujuan-dan-jenisnya



PERTEMUAN 2

Untuk memahami pesan yang tersirat pada sebuah iklan tertentu, maka perhatikan dengan seksama video penjelasan di bawah ini dengan baik :

Untuk menenmukan informasi dan pola penyajian iklan, slogan, dan poster maka perhatikan video di bawah ini :




 

Jumat, 22 April 2022

ROTASI DAN REVOLUSI BUMI

 MATERI IPA KELAS VI - SDN 3 SINGOJURUH

SEMESTER GENAP - TAHUN PELAJARAN 2021/2022


ROTASI DAN REVOLUSI BUMI

Rotasi Bumi

        Setiap hari, bumi terus mengalami perputaran. Bumi dapat bergerak dengan porosnya. Perputaran ini dinamakan Rotasi Bumi. Rotasi bumi ada arahnya. Bumi berputar menuju ke arah timur atau melawan arah perputaran jarum jam. Waktu yang dibutuhkan bumi dalam satu kali berotasi yaitu 23 jam 56 menit 3 detik atau sekitar 24 jam. Selama berotasi poros bumi selalu miring 23,5 derajat dari garis tegak lurus. Arah rotasi ini menyebabkan berbagai peristiwa yang dapat kita rasakan dari Bumi. Misal, terjadinya siang dan malam, serta perbedaan waktu antar negara.

Dampak dari Rotasi Bumi

Adapun dampak yang kita rasakan ketika bumi melakukan rotasi (perputaran pada porosnya), antara lain sebagai berikut.

1.     Terjadinya siang dan malam

2.     Perbedaan waktu di bumi

3.     Gerak semu harian matahari

4.     Perubahan arah angin 

Terjadinya Siang dan Malam

            Rotasi bumi dapat kita amati buktikan dengan mengamati gerak semu matahari. Saat pagi hari, kita melihat matahari terbit dari timur, sedangkan pada sore hari matahari terbenam di barat. Gerak semu matahari mengesankan seolah-olah matahari bergerak dari timur ke barat. Sebenarnya, bumi lah yang bergerak pada porosnya sehingga seolah-olah benda langit di sekitarnya bergerak. Bagian bumi yang menghadap matahari menjadi terang dan kita sebut dengan siang, sedangkan bagian bumi yang membelakangi matahari akan gelap dan kita sebut dengan malam hari. Oleh karena itu, saat kita di Indonesia mengalami siang hari, ada bagian bumi lain yang sedang mengalami malam hari begitu sebaliknya.

 

Perbedaan Wilayah Waktu di Bumi

            Perbedaan waktu di bumi merupakan salah satu akibat dari rotasi bumi, Jika kita mengamati globe atau peta, kita akan melihat dua jenis garis. Garis-garis tersebut adalah garis khayal lintang dan bujur. Garis Lintang adalah garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian uatar dan selatan. Garis Bujur adalah garis khayal yang membagi bumi menjadi bagian barat dan timur. Garis bujur berfungsi sebagai pedoman pembagian waktu seluruh dunia.

            Setiap satu kali berotasi, bumi berputar 360 derajat. Perputaran 360 derajat tersebut ditempuh dalam waktu sekitar 24 jam, maka setiap 1 jam bumi berputar sejauh 15 derajat. Dengan perhitungan tersebut, kita dapat menghitung perbedaan waktu berdasarkan garis bujur. garis bujur 0 terletak di kota Greenwich, Inggris. Waktu internasional tersebut dikenal sebagai GMT (Greenwich Mean Time). Waktu di belahan bumi bagian timur (0 derajat sampai 180 derajat BT) lebih cepat satu hari dibandingkan belahan bumi bagian barat (0 derajat sampai 180 derajat BB).

 

Indonesia terletak diantara 95 derajat BT dan 141 derajat BT, sehingga panjang wilayah Indonesia adalah 46 derajat. Jika setiap 15 derajat terdapat selisih waktu 1 jam, maka Indonesia memiliki tiga daerah waktu. Tiga daerah waktu tersebut Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), Waktu Indonesia Timur (WIT). Perbedaan daerah waktu yang ada di Indonesia mengakibatkan kita perlu menyesuaikan aktivitas kita sesuai dengan waktu daerah tersebut.

Gerak semu harian matahari

            Gerakan semu Matahari adalah gerakan yang menyebabkan Matahari seperti bergerak. Tetapi, sebenarnya Matahari tidak bergerak, karena menjadi pusat tata surya. Jadi, yang sebenarnya bergerak adalah benda-benda langit yang ada di tata surya, termasuk planet kita Bumi. Pergerakan Planet Bumi menyebabkan gerakan semu tahunan dan gerakan semu harian. 

Perubahan arah angin

            Pembelokan arah angin dan arus laut ini juga terjadi akibat rotasi bumi yang menyebabkan angin yang bergerak ke arah Khatulistiwa di belahan bumi utara bergerak searah jarum jam. Sedangkan pada angin di belahan bumi selatan bergerak berlawanan arah jarum jam. Pembelokan arah angin dan arus laut ini disebut juga dengan efek Coriolis. Akibat efek ini, angin dan arus laut di belahan bumi utara berputar searah jarum jam, dan sebaliknya pada belahan bumi selatan yang bergerak berlawanan. Pada kondisi perbedaan suhu dan tekanan udara yang tinggi, akan timbul angin yang kencang dan dapat menghasilkan hurricane atau angin topan. Pada wilayah Tropis yang berada di Garis Khatulistiwa seperti Indonesia, tidak terdapat efek Coriolis dan tidak mengalami badai topan.

 

Revolusi Bumi

            Selain melakukan rotasi (perputaran bumi pada porosnya), bumi juga berevolusi. Revolusi Bumi merupakan perputaran bumi mengelilingi matahari. Waktu yang diperlukan bumi untuk mengelilingi matahari (kala revolusi) adalah 365 seperempat hari. Lamanya revolusi ini juga digunakan untuk menentukan waktu satu tahun. Oleh karena kala revolusi bumi dalam setahun adalah 365 seperempat ahri, maka setiap empat tahun sekali, revolusi bumi digenapkan menjadi 366 hari. Tahun yang terdiri atas 366 hari dikenal dengan tahun kabisat. Dalam tahun kabisat, terdapat penambahan satu hari pada bulan Februari menjadi 29 hari. 

 Dampak dari Revolusi Bumi

            Adapun dampak yang kita rasakan ketika bumi melakukan revolusi (perputaran bumi mengelilingi matahari), antara lain sebagai berikut.

1.     Dasar penanggalan Masehi/Syamsiah. Penanggalan kalender masehi atau syamsiah memiliki jumlah hari dalam satu tahun sama dengan kala revolusi bumi, yaitu 365 atau 366 hari.

2.     Terjadinya perbedaan lamanya siang dan malam. Perbedaan ini dikarenakan perpaduan antara revolusi bumi dan kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika (garis edar semu matahari). Periode 21 Maret hingga 21 September, kutub utara mendekati matahari sementara kutub selatan menjauhi matahari. Waktu siang hari di belahan bumi utara lebih lama dari pada waktu siang di belahan bumi bagian selatan. Periode 21 September hingga 21 Maret, kutub selatan mendekati matahari sementara kutub utara menjauhi matahari. Waktu siang hari di belahan bumi selatan lebih lama daripada waktu siang hari di belahan bumi utara.

3.     Gerak semu matahari. Gerak ini merupakan posisi matahari yang berubah-ubah. Hal ini dikarenakan bumni mengalami revolusi dengan sumbu rotasi miring. 

4.     Perbedaan musim. Terjadi perbedaan musim pada negara-negara yang terletak di wilayah subtropis bumi. Ada 4 musim yang terjadi yaitu musim panas, dingin, gugur, dan semi.

5.     Adanya rasi bintang. Rasi bintang ini tampak berbeda setiap bulannya. 

Minggu, 17 April 2022

KISAH MASUK ISLAMNYA HAMZAH BIN 'ABDUL MUTHALLIB R.A

 

MASUK ISLAMNYA HAMZAH bin ‘ABDUL MUTHALLIB RADHIYA ALLAHU ‘ANHU

“Sang Singa Allah dan Singa Rasulullah”

 

Ketika Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu merupakan paman, sahabat, saudara sepersusuan Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam yang memeluk agama Islam pada awal – awal Baginda Nabi diutus menjadi nabi dan rasul.

Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu merupakan orang yang sangat kuat, kekar fisiknya, dan tinggi besar, serta ahli dalam memanah. Karena keahliannya memainkan anak panahnya Beliau sangat senang dengan kegiatan berburu, masa mudanya dihabiskan dengan berburu di hutan - hutan, gunung - gunung, padang pasir, dan lembah – lembah. Karena dengan kekuatan fisiknya yang sangat kuat Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu selalu menjadikan hewan singa menjadi sasaran buruan utamanya. Buruan singa setelah dibunuh dan mati pada masa jahiliyyah (masa kebodohan) langsung dimakan karena ketidak tahuan mereka pada hukum halal dan haramnya pada masa itu, maka Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu memikul singa buruannya di sebelah kiri pundaknya dengan satu tangan dan tangan kanannya memegang busur panah.

 


Diawal – awal Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam diutus menjadi nabi dan rasul Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu tidak terpengaruh, belum juga masuk Islam, dan tidak membenci Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam. Pernah terjadi sebuah peristiwa atas hikmah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala membuat Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu akhirnya memeluk agama Islam Ketika melihat keponakannya (Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam) selalu dicaci maki, dihina, serta diperlakukan dengan tidak manusiawi oleh penduduk kafir Quraisy di Mekkah. Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam dengan sangat sabar menerima perlakukan mereka karena belum ada perintah atau wahyu untuk melawan. Kemudian disusul perlakuaan Abu Jahl Ketika  Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam sedang thawaf bersama para sahabatnya, Abu Jahl mengucapkan perkataan dan penghinaan yang sangat menyakitkan bahkan lebih menyakitkan daripada melukai secara fisik, akan tetapi Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam selalu sabar menerima perlakukan tersebut.

 

Melihat perlakuan Abu Jahl yang sangat keterlaluan maka dilaporkan peristiwa tersebut oleh seorang budak wanita milik Abdullah bin Jun’an (penduduk Mekkah yang tidak memusuhi Nabi dan tidak masuk Islam) kepada pamannya yaitu Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu Ketika sedang pulang berburu singa. Lalu budak Wanita ini berkata kepada Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu, “Tidakkah kau mengetahui apa yang dilakukan Abu Jahl terhadap keponakannu?” Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu berkata,”Apa yang Abu Jahl lakukan terhadap keponakanku?” Budak Wanita berkata,”Abu Jahl telah mencaci maki, menghina, dan menyakiti keponakanmu.” Maka Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu berkata,”Apakah tidak ada yang membelanya?”, “Tidak ada yang membelanya.” Ujar budak Wanita tersebut. Mendengar jawaban budak Wanita itu dengan sigapnya Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu mendatangi Abu Jahl di depan ka’bah padahal Beliau masih memegang singa buruannya dan busur pananhnya. Ketika Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu sampai di depan ka’bah singa buruannya ditaruh di sebelahnya lalu kepala Abu Jahl dihantam dengan busur panahnya sehingga berdarahlah kepala Abu Jahl seraya Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu berkata,”Hai Abu Jahl, sungguh beraninya engkau dengan keponakanku sementara Aku di dalam agamanya.”

Keluarlah dari mulut Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu,”Sementara Aku di dalam agamanya.” Padahal Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu belum memeluk agama Islam, Beliaupun tidah tahu apa yang diucapakannya kalimat itu, maka Abu Jahl mengatakan,”Biarkan dia, memang saya yang salah saya sudah berlebihan telah menghina keponakanmu itu.” Kemudian Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu pulang ke rumanhya, Dia renungi kalimat “Sementara Aku di dalam agamanya.” Timbullah gejolak batin yang membuatnya bingung atas kalimat yang diucapkannya tadi. Lalu Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu berdoa kepada Allah,”Yaa Allah, kalaulah agama keponakanku Muhammad benar, tanamkanlah di dalam hatiku dan seandainya tidak benar maka hilangkanlah dan berikan aku solusi dengan Quraisyh.”

 


Maka Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu berkata keesokan harinya pada saat dia bangun dia merasa dekat, merasa tenang dengan agama Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam, maka diapun datang dan mengucapakan kalimat syahadat di hadapan Baginda Nabi Muhammad ShallAllaahu ‘Alaihu Wa Sallam.

Itulah kisah masuk Islamnya Hamzah bin ‘Abdul Muthalib Radhiya Allahu ‘Anhu “Sang Singa Allah dan Singa Rasulullah”.

 

 

 

 

 

                    

Ditulis oleh EKO SUBIANTORO, S.Pd

TOLERANSI DALAM KEBHINNEKAAN BANGSA

  TOLERANSI DALAM KEBHINNEKAAN BANGSA   Toleransi berasal dari bahasa Latin 'tolerantia' yang memiliki arti kelembutan hati, kel...